The Real Grace
(Kasih Karunia/Rahmat sejati)
terlalu sering, kebanyakan dari kita terjebak dalam kegiatan dan berita hari itu sehingga 
mudah untuk menjadi sinis.

Banyak yang bisa dikatakan tentang masalah rahmat. Seluruh buku telah ditulis tentang masalah 
ini dan hampir tidak mungkin untuk mengatasi konsep teologis yang begitu besar dalam tulisan 
singkat.



Tumbuh dalam Rahmat

 Saya pernah berkata dalam tulisan saya tentang pengampunan, kita terlalu sering menunggu 
seseorang yang telah berbuat salah dengan kita untuk melakukan sesuatu agar pantas 
mendapatkan pengampunan kita. Hal yang sama dapat dikatakan tentang memperluas rahmat 
kepada orang lain ketika Tuhan memberikannya kepada kita.

Seringkali, kita menjatah rahmat kita kepada orang-orang yang kita anggap “layak” karenanya.
 Namun, jika kita meluangkan waktu untuk bertanya pada diri sendiri apakah kita pantas 
menerima anugerah yang dikenakan Tuhan kepada kita, kita akan diingatkan bahwa kita 
tidak melakukannya. Alkitab mengingatkan kita bahwa kita semua telah gagal (Roma 3:23).
 Sama seperti kita sangat membutuhkan rahmat Tuhan, ada orang-orang di sekitar kita yang 
dapat memperoleh manfaat dari diperlihatkan rahmat yang ditunjukkan Tuhan kepada kita. 
Grace tidak memulai dengan mereka. Dimulai dengan kita masing-masing.